Green Travelling Seminar Maret 2014

Green Travelling – Keliling Dunia GRATIS! dengan menanam 132 pohon + 40 pohon

Apakah melakukan perjalanan ke tempat-tempat indah di dunia (travelling) adalah salah satu dambaan dalam hidup Anda? Bagaimana caranya?

Ikuti Green Travelling Seminar, Green Seminar yang akan membawa Anda bisa berkeliling dunia dengan cara menanam pohon.

Hari/Tanggal:
Sabtu, 22 Maret 2014

Waktu :
Pkl. 14.00 – 16.00 WIB

Tempat :
R. Orchid 2, Gedung JDC (Jakarta Design Center), Jl Gatot Subroto Kav.53,
Jakarta Pusat 10260

HTM :
Rp 25.000,-

Untuk info lebih lanjut Hubungi :
081213459999

Dalam seminar ini juga akan di presentasikan paket-paket menanam pohon selain Green Traveling

Info Paket Umroh Gratis I-GIST

Oleh karena hampir semua pembayaran fasilitas umroh dan haji menggunakan kurs dolar, baik tiket pesawat maupun hotel, dan sebagainya, maka per 1 Desember 2013 harga paket beli pohon GRATIS umroh dan haji I-Gist cara pembayarannya berubah menggunakan dolar, dengan perincian sebagai berikut :

  • Paket Umroh Gratis : 3.755 USD All In, harga sudah termasuk airport tax & handling. Anda akan mendapatkan cashback dengan dua pilihan (Cashback s/d 17 Maret 2014):
    • Cashback sebesar Rp 3.056.460* atau
    • Mendapatkan tambahan pohon sebanyak 40 bibit pohon

Keterangan :
* Cashback sewaktu-waktu dapat berubah

Harga paket tersebut dapat berubah-ubah sewaktu-waktu berdasar pada:

  • Kebijakan pemerintah tentang umroh dan haji
  • Kurs rupiah terhadap dolar
  • Perusahaan dalam waktu dekat akan mengumumkan rekening dolar perusahaan sebagai tujuan transfer pembayaran dolar paket ini

Harga di atas belum termasuk Paket Reguler pohon Jabon Basic sebesar Rp. 650.000,- Jadi Harga yang berlaku adalah 3,755 USD + Rp. 650.000 (Mendapatkan 132 pohon dan Gratis Umroh 2014)

Tanggal Keberangkatan Umroh 2014 :

  • 04 Februari 2014
  • 18 Februari 2014
  • 25 Februari 2014
  • 04 Maret 2014
  • 25 Maret 2014
  • 07 April 2014
  • 15 April 2014
  • 28 April 2014

Harga Paket Umroh 9 Hari diatas sudah termasuk :

  1. Tiket pesawat udara NAS Air Langsung Jeddah
  2. Pengurusan Visa Umroh.
  3. Airport tax dan Airport Handling
  4. Akomodasi Hotel :
    • Makkah: Lavender**** (900 meter dari Masjid Al haram), Al Deafah**** (900 meter dari Masjid Al haram)
    • Madinah: Arreesalam*** (300 meter dari Masjid Nabawi), Al Amal Palace*** (300 meter dari Masjid Nabawi)
  5. Makan 3x sehari, masakan Indonesia (di Madinah & Makkah).
  6. Shuttle Bus dari hotel 24 jam( di Tanah Suci )
  7. Ziarah / city tour : Madinah dan Makkah
  8. Muthawwif / Guide yang berpengalaman : Madinah & Makkah
  9. Perlengkapan Umrah
  10. Air zam-zam : satu galon (± 10 liter) per jama’ah.
  11. Bagasi Maksimal 20Kg

[Promo] Beli Pohon Jabon Gratis Umroh

Tanam 140 Pohon Jabon I-gist, dapat bonus GRATIS UMROH, setelah 5 tahun berpotensi Panen 140 juta, bisa dipakai Haji Plus (Terbatas hingga pendaftaran 10 Januari 2013)

umroh gratisHarga Paket I-gist Wisata religi : Rp. 30.000.000,-
(Paket I-gist Wisata Religi terdiri dari 7 Hak Usaha)
Jumlah pohon yang didapat : 140 Pohon
Bonus yang didapat : Umroh / Wisata Religi GRATIS (paket ini akan dikembangkan untuk wisata religi agama lain selain islam)

Potensi panen 5 tahun :

Ilustrasi rendah harga per pohon Rp. 600.000,- , maka jumlah panen : Rp. 84.000.000,-**
Ilustrasi rendah harga per pohon Rp. 800.000,- , maka jumlah panen : Rp. 112.000.000,-**
Ilustrasi rendah harga per pohon Rp. 1.000.000,- , maka jumlah panen : Rp. 140.000.000,-**

**Harga jual panen pohon ditentukan harga pasar pada saat panen,

ilustrasi di atas bersifat prediksi dengan melihat kondisi harga saat ini

Hasil panen ini bisa dipakai untuk Biaya Haji Plus, Bahkan lebih. Bisa dibelikan paket I-gist Haji , membeli 600 pohon jabon GRATIS HAJI

Bonus Paket I-gist Wisata Religi diatas  : GRATIS UMROH (Periode 1 berangkat diantara tanggal 25 – 28 Februari 2013)

Spesifikasi Bonus umroh :

Umroh 9 Hari

Hotel di mekah :

TOWER JINADRIAH atau setaraf, 500 m ke Harom
(1 kamar ber-4)
Hotel di madinah :
SAHA HOTEL atau setaraf, 80 m ke Nabawi (1 kamar ber-4)

BONUS diatas tidak termasuk :

  • BIAYA AIRPORT TAX & HANDLING,
  • TRANSPORASI DAERAH – JAKARTA PP,
  • SUNTIK MENINGITIS, PASPOR,
  • SURAT MAHROM,
  • SURAT SURAT LAINNYA DAN ACARA DILUAR PROGRAM.

Gambaran kira-kira biaya tambahan yang harus dikeluarkan jamaah untuk membiayai hal-hal diatas kurang lebih 2 juta.

Belajar Manasik sebelum keberangkatan diharapkan dilakukan masing-masing di setiap daerah, panitia menyediakan pembimbing pada saat umroh berlangsung.

Untuk periode 1, pemberangkatan umroh antara 25 – 28 Februari, semua persyaratan dokumen harus sudah diterima PT. GMN Pusat selambat-lambatnya tanggal 10 Januari 2013.

Persyaratan Kelengkapan dokumen Umroh :

  1. Pasport Asli*
  2. Phota 3X4 = 10 lembar 80% Nampak wajah
  3. Photo 4X6 = 10 lembar 80% Nampak wajah
  4. Photo 2X3 = 6 lembar 80% Nampak wajah

Untuk mendaftar paket I-gist wisata religi ini silahkan hubungi kami.

Bupati Cianjur Buka Penanaman Perdana Tanaman Jabon

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Cianjur Drh. Chaerul Anwar, MM. mewakili Bupati Cianjur buka kegiatan Penanaman Perdana Tanaman Jabon Program International Green Investment System (I-GIST) di Kabupaten Cianjur, belum lama ini, bertempat di Desa Sukamekar Kecamatan Sukanagara. Turut hadir pada kegiatan tersebut Dandim 0608, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kepala Bagian Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah, Camat Sukanagara, Camat Campaka, para investor I-GIST serta tamu undangan lainnya.

Bupati Cianjur dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran PT Global Media Nusantara (GMN) yang telah memilih Kabupaten Cianjur sebagai lokasi pertama di Indonesia bahkan dunia, untuk sebuah program penghijauan dan investasi kelas internasional ini, merupakan suatu kebanggaan dan peluang bagi Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Cianjur menuju terwujudnya visi Kabupaten Cianjur khususnya di sektor kehutanan dan investasi.

Selanjutnya Bupati Cianjur mengajak semua pihak untuk mendukung program internasional di sektor kehutanan dan penghijauan ini, dan bisa menjadi tuan rumah yang baik khususnya warga masyarakat di Desa Sukamekar Kecamatan Sukanagara yang menerima bantuan bibit. Semoga bibit tersebut dapat ditanam di lahan masing-masing dengan mengikuti standar teknologi budidaya pohon jabon dari PT GMN, serta menjadikan tanaman tersebut sebagai pemicu semangat untuk tetap melestarikan alam dan lingkungan sekaligus berinvestasi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ridwan Ilyasin, SH. MM mengharapkan dengan adanya penanaman pohon jabon dengan program I-GIST ini adanya pelestarian lingkungan serta terjadinya perputaran investasi di sektor kehutanan yang akan disinergikan dengan penanganan paska panen tanaman jabon yang akan menambah sumber-sumber pendapatan asli daerah yang baru sekaligus akan menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat besar.

Menurut Direktur Utama PT Global Media Nusantara (GMN), penanaman ini dimaksudkan antara lain merupakan bagian dari kepedulian PT GMN terhadap pentingnya penghijauan untuk keselamatan dunia. Kami meluncurkan program I-GIST yang merupakan kombinasi antara program penghijauan, investasi dan pemberdayaan masyarakat serta Pembangunan Daerah dan Nasional.(AHA, BH)

Sumber berita : http://cianjurkab.go.id/berita-daerah/1785/bupati-cianjur-buka-penanaman-perdana-tanaman-jabon.html

Pemkab Cianjur Dukung I-GIST Program

Pemkab Cianjur Dukung I-GIST Program09/11/11, Cianjur – Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Cianjur, Chaerul Anwar mewakili Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, melakukan penanaman pohon secara simbolis di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kab. Cianjur, Rabu (09/11) kemarin.

Melalui perwakilannya tersebut, bupati sekaligus membuka kegiatan Penanaman Perdana Tanaman Jabon Program International Green Investment System (I-GIST) di Kabupaten Cianjur yang digagas PT Global Media Nusantara (GMN) tersebut.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran PT GMN yang telah memilih wilayah Kab. Cianjur sebagai lokasi pertama di Indonesia bahkan di dunia, untuk sebuah program penghijauan dan investasi kelas internasional.

“Ini tentunya menjadi kebanggaan peluang bagi pemerintah dan masyarakat Cianjur sendiri, untuk senantiasa memanfaatkan kesempatan ini menuju terwujudnya visi Kabupaten Cianjur khususnya di sektor kehutanan dan investasi,’ ungkap bupati.

Karenanya, bupati mengajak semua pihak untuk mendukung program internasional di sektor kehutanan dan penghijauan tersebut. “Mudah-mudahan dengan penanaman pohon ini menjadi pemicu semangat untuk tetap melestarikan alam dan lingkungan sekaligus berinvestasi,” tuturnya.

Senada, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Cianjur, Ridwan Ilyasin mengharapkan, melalui kegiatan tersebut dapat tercipta pelestarian lingkungan serta terjadinya perputaran investasi di sektor kehutanan yang akan disinergikan dengan pengelolaan pasca panen dari pohon tersebut nantinya.

“Mudah-mudahan dapat menambah sumber-sumber pendapatan asli daerah yang baru, sekaligus dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat besar,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT GMN mengatakan, Program I-GIST tersebut sebagai bagian dari kepedulian pihaknya terhadap pelestarian lingkungan hidup demi penghijauan dan penyelamatan dunia dari ancaman global warming .

“Program ini ,merupakan kombinasi antara program penghijauan, investasi dan pemberdayaan masyarakat serta Pembangunan Daerah dan Nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0608 Cianjur, Letkol (Inf) Andi Perdana Kahar, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Cecep Alamsyah, dan para kepala dinas terkait lainnya, unsur muspika setempat serta tamu undangan lainnya. (Rikita)

Sumber berita dan foto : http://onlinejabarnews.com/article/82822/pemkab-cianjur-dukung-igist-program.html

Banyak Pohon Banyak Rejeki

Kita hidup butuh air bersih, untuk kita minum, untuk hal penting lainnya.
Seperti juga kita butuh udara segar untuk bernafas dan jalankan aktifitas.
Semua itu dihasilkan oleh pohon.
Menanam pohon berarti menabung air bersih dan menjaga udara segar.
Banyak Pohon Banyak Rejeki.
Gerakan penanaman 1 milyar pohon.

Iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh:
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Adaro Envirocoal

Artikel Investasi Jabon di Media Elektronik Detik Finance

Berikut kami tampilkan Artikel Investasi Jabon di Media Elektronik Detik Finance (www.detik.com) sebagai bahan referensi tambahan bagi anda yang ingin investasi pohon jabon. semoga bermanfaat.

Memetik Uang dari Investasi Pohon ‘Jabon’

Suhendra – detikfinance, 21 Feb 2011

Jakarta – Pilihan investasi sektor kehutanan belum banyak dilirik oleh masyarakat luas. Termasuk investasi menanam pohon jabon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini tak kalah menggiurkan.

Istilah Jabon mulai familiar dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Kepopuleran jabon seakan menenggelamkan pohon sengon yang sebelumnya sudah banyak dikembangkan.

Jabon sering diplesetkan dengan istilah ‘jati bonsor’ (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Sehingga tak heran jenis pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas.

Kemasyuran pohon jabon sebagai salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi, juga telah diakui oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zulkifli menilai, harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga cocok untuk investasi masyarakat.

“Satu kubik pohon jabon sekarang harganya Rp 1,6 juta, kalau harga beberapa tahun lagi, pasti lebih mahal,” kata Zulkifli akhir pekan lalu.

Zulkifli mengatakan panen  jabon bisa dipetik dalam waktu hanya 6-7 tahun paling lama. Selain buat investasi, menanam jabon juga bisa menjadi saran mensukseskan program menanam 1 miliar pohon.

“Pohon jabon ini pionir, dimana-mana banyak terutama di Sulawesi, sebagai tanaman endemik,” kata Zulkifli.

Sementara itu Pemimpin Pelaksana Balai Pemeliharaan Tanaman Hutan Jawa Madura Acad Sudrajat mengatakan gambaran kasar investasi pohon jabon sangat menggiurkan.

Ia menuturkan modal bibit jabon siap tanam hanya Rp 2.000-2.500. Sementara dengan perhitungan harga satu kubik pohon jabon Rp 1,6 juta dengan setiap pohon jabon umur 6 tahun bisa diperoleh dua kubik, sudah terbayang berapa margin yang diperoleh si investor.

“Bayangkan saja keuntunganya luar biasa dari modal Rp 2.500 per pohon menjadi Rp 3 juta,” kata Acad.

Hal ini pun diakui oleh Direktur Pembibitan Kementerian Kehutanan Bejo Santoso, menurutnya setiap kali panen dalam satu hektar bisa diperoleh perputaran uang hingga Rp 500 juta. Tawaran investasi jabon, kini menurutnya sudah menjadi primadona baru untuk investasi.

“Yang menarik, dari hasil tulisan yang ada hingga kini jabon belum ada penyakitnya. Di Jawa sudah banyak penampungnya untuk industri plywood,” kata Bejo.

Acad menjelaskan dengan perhitungan jarak penanaman 3×3 meter, maka setiap hektarnya bisa ditanam 400 pohon. Ia menghitung, nilai ekonomis penanaman jabon bisa diperoleh dari penanaman pohon sedikitnya setengah hektar.

“Lahan tergantung milik sendiri, setengah hektar lumayan 200 pohon pun bisa,” katanya.

Dikatakannya, pohon jabon memiliki karakteristik tumbuh baik di ketinggian 0-700 meter diatas permukaan laut. Bahkan kata dia lokasi yang baik jabon sangat tumbuh baik di kawasan lembah.

Menurutnya jabon memiliki dua jenis yaitu jabon merah dan jabon putih, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya jabon merah memiliki karakter kayu yang keras sedangkan jabon putih sebaliknya.

Untuk urusan bibit, Acad menuturkan informasi soal bibit bisa diperoleh di pusat-pusat persemaian yang dibangun kementerian kehutanan. Misalnya pusat persemaian Cimanggis, Depok yang berlokasi di Jalan Raya Bogor.

Acad menambahkan, harga bibit saat ini untuk yang sudah disertifikasi (teruji) Rp 14 juta per Kg sementara untuk yang belum bersertifikat hanya Rp 3-4 juta per Kg. Biasanya dari 1 kg bibit jabon bisa didapat 20 juta benih, namun jika sudah disemai biasanya akan efektif tumbuh hanya kurang lebih 2 juta bibit siap tanam.

Ia menghitung dari 1 Kg bibit yang mencapai 2 juta benih siap tanam, maka setidaknya bisa ditampung untuk luasan lahan 5000 hektar. Dengan perhitungan setiap satu hektar bisa ditanam 400 pohon jabon.

Soal pemasaran, menurut Acad penanaman jabon di wilayah Jawa masih menjanjikan dengan wilayah lainnya. Hal ini karena di Jawa banyak bertebaran industri-industri kayu maupun kertas.

“Sekarang di Jawa sudah banyak di Jawa Tengah, Jawa Timur. Bahkan pembeli banyak yang langsung ke kebon dari pihak pabrik maupun bandar kayu. Jabon bisa dipakai untuk bahan baku pabrik kertas, plywood, bahan pertukangan,” katanya.

—————-

Bila Anda mulai tertarik dengan investasi jabon, silahkan pelajari penawaran I-GIST (International Green Investment System) mengenai Peluang Bisnis dan Investasi Pohon Jabon.

Jabon, Deposito Masa Depan [Artikel Trubus]

Jabon adalah Deposito Masa Depan. Artikel ini diambil dari MAJALAH TRUBUS edisi Nopember 2011 (majalah referensi terbaik tentang Agrobisnis).

Bukan mendepositokan rupiahnya di bank, Raharjo justru memilih jabon sebagai tabungan masa depan. “Kayunya pasti laku keras,” kata pekebun di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Tabungan masa depan Raharjo itu adalah 1.600 jabon yang ditanam dengan jarak rapat 2,5 m x 2,5 m di lahan 1,25 ha. Tinggi pohon anggota famili Rubiaceae itu kini mencapai 7 – 8 m dan berdiameter rata-rata 12 cm pada umur satu tahun. “Saat ini semua pohon dalam kondisi sehat. Semoga lima atau enam tahun mendatang saya bisa memanennya,” kata Raharjo.

Pegawai sebuah perusahaan perminyakan di Jakarta itu memilih jabon bukan tanpa sebab. Ia melihat sebuah penampungan kayu di dekat kebun membutuhkan hingga 4.000 m3 kayu per bulan. “Salah satu yang dicari adalah jabon karena kayunya dianggap bagus,” kata Raharjo yang berharap memanen 500 m3 dengan harga jual Rp900.000 per m3 itu.

Nun di Malang, Jawa Timur, Melati Tanjungsari juga menanam jabon pada 2010. Melati memanfaatkan lahan kopi robusta seluas 5 ha di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di sana ia menanam 7.000 jabon di sela-sela tanaman kopi. Tinggi pohon jabon itu kini 6 – 7 m dan berdiameter rata-rata 10 cm. “Untuk pasar, sudah ada yang siap menampung,” ujar perempuan 28 tahun itu.

Meluas

Sejak digadang-gadang pada pertengahan 2010 sebagai salah satu pohon untuk keperluan industri selain sengon, pamor jabon langsung meroket. Apalagi sederet kelebihan melekat pada kayu kelas awet IV itu – setara kayu agathis, kayu bayur, dan kayu kenari – seperti tahan penyakit dan sangat disukai industri kayu. “Tahan penyakit itu penting karena ini investasi jangka panjang,” kata Surya – nama samaran – pengusaha asal Bandarlampung, Provinsi Lampung, yang menanam 12.000 jabon di kebun seluas 23 ha di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Keunggulan lain Anthocephalus cadamba yang belum banyak diketahui adalah tunas baru pascapanen cepat tumbuh. “Jabon itu dengan tanam satu kali bisa 2 – 3 kali panen. Tunas baru akan lebih cepat menjadi pohon karena akar induk sudah lebih luas penyebarannya,” kata Dr Ir Irdika Mansur MForSc, dosen di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, saat acara Seminar Nasional Jabon di Bogor pada September 2011.

Maraknya penanaman jabon terlihat dari penelusuran Trubus di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Daerah dengan topografi berbukit-bukit itu dipenuhi barisan pohon-pohon jabon rata-rata berumur 1 – 2 tahun. “Empat tahun lalu di sini hanya berupa tanah kosong, tetapi sekarang jabon ditanam sampai ke lereng-lereng bukit,” ujar Nur Jaini, pengawas salah satu kebun jabon seluas 2,5 ha di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamanis.

Indikasi lain terus meluasnya penanaman jabon adalah penjualan bibit. Dua produsen bibit jabon yang dihubungi sepakat terdapat kenaikan penjualan sejak 2 tahun terakhir. “Dua tahun lalu volume penjualan 400.000 bibit per tahun, sekarang bisa 1,3-juta bibit per tahun,” kata Sugeng dari CV Alam Jabon Sentosa di Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur. Hal senada disampaikan oleh Ardha Primatopan. “Order mencapai 100.000 bibit per bulan terutama pada awal musim hujan,” kata pembibit di Kendal, Jawa Tengah, itu.

Menurut Sugeng, pembeli bibit – hampir 80% perorangan – datang dari seluruh penjuru negeri mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua. Bibit yang diinginkan tingginya minimal 30 cm. Meski permintaan terus meningkat, harga bibit turun. Dua tahun lalu harga bibit setinggi 30 – 40 cm Rp3.500, kini Rp1.000 – Rp1.500/batang. “Penurunan itu terjadi karena bibit jabon sekarang mudah diproduksi,” kata Sugeng.

Kebun-kebun besar pun terus menggenjot penanaman. Contoh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di Jember, Jawa Timur. Menurut Sumeji A Fajar dari PTPN XII, luas penanaman baru pada 2010 mencapai 204,22 ha dengan populasi 132.297 pohon. Saat ini total jenderal PTPN XII mengelola 1164,38 ha kebun jabon berpopulasi 1.034.809 pohon. “Di luar kawasan PTPN, masyarakat juga terlihat ramai menanam jabon,” kata Sumeji.

Antirugi

Maraknya penanaman jabon di berbagai tempat yang nyaris serempak itu menyisakan pertanyaan besar, saat pekebun ramai-ramai memanen jabon lima atau enam tahun ke depan, sanggupkah pasar menyerapnya? Menurut Krishnadi, pengolah kayu di Temanggung, Jawa Tengah, pekebun tak perlu takut sulit memasarkan hasil panen. “Saya sendiri malah takut 4 – 5 tahun ke depan malah tidak kebagian kayu jabon,” katanya.

Menurut Agus Hendarto dari PT Kupajala Wanantara Kalyana (KWK) di Jakarta, perusahaan kemitraan jabon sekaligus penampung kayu jabon, kebutuhan kayu industri terus meningkat setiap tahun. “Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal pasar,” katanya. Dari hitung-hitungan Agus biaya produksi jabon termasuk rendah. Untuk satu ha dengan populasi 800 pohon biaya pemeliharaan selama 5 tahun sebesar Rp5,96-juta atau sekitar Rp7.456/pohon. Hasil panen per ha rata-rata 200 m3. Dengan harga saat ini sekitar Rp900.000/m3, pekebun bisa meraup omzet Rp180-juta.

Andai pun harga per m3 turun sampai separuhnya lantaran panen jabon melimpah, tak menjadi masalah. “Sampai harga Rp100.000 per m3 pun saya tetap untung,” ujar Surya di Lampung yang telah berhitung cermat sampai melambungkan biaya produksi hingga Rp15.000/pohon itu. Pada kenyataannya harga kayu bakal terus naik. Sebagai gambaran 2 tahun lalu harga per meter kubik jabon berkisar Rp600.000 – Rp750.000. Saat ini sudah rata-rata Rp900.000 – Rp1,2-juta per m3.

Peluang besar

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan kebutuhan kayu nasional rata-rata mencapai 43-juta m3 per tahun. Dari jumlah itu sebesar 9,1-juta dipasok dari hutan alam sehingga terjadi defisit 34-juta m3. Kekurangan itu coba dipenuhi dari hutan tanaman industri (HTI), Perhutani, dan hutan rakyat – termasuk di dalamnya pekebun, tetapi belum juga mencukupi. “Peluang kayu-kayu budidaya sangat besar di sini,” kata Soesilo Indarto, kepala Subdit Penghijauan Kementerian Kehutanan ketika menyampaikan presentasi di Seminar Nasional Jabon di Bogor.

Pekebun kayu industri seperti jabon memang akan memetik untung ke depan. Apalagi beberapa industri yang sudah melakukan ekspansi pasar ke luar negeri membutuhkan jabon lantaran kayu kelas kuat V itu disukai konsumen. “Kami biasa memakai jabon untuk pelanggan yang meminta 100% kayu alam seperti pembeli dari Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa,” kata Capt M Sain Latief dari PT Kutai Timber Indonesia. Jabon biasanya dipakai untuk pelapis atas dan bawah karena tekstur seratnya bagus.

Menurut Ardha Primatopan, kayu jabon juga disukai pembeli dari Jepang, Korea, dan Uni Emirat Arab. “Mereka suka karena kayunya ringan, kuat, dan halus,” kata Ardha yang membikin mebel, kayu lapis, hingga mainan anak-anak berbahan kayu jabon itu. Demikian besar kebutuhan kayu jabon, jadi pantas kayu pionir asli hutan Indonesia itu menjadi tabungan masa depan seperti harapan Raharjo.

—————-

Bila Anda mulai tertarik dengan investasi jabon, silahkan pelajari penawaran I-GIST (International Green Investment System) mengenai Peluang Bisnis dan Investasi Pohon Jabon.